"The Confict of D-toL"(part.1)
Aku pernah menjadi salah seorang pelajar di SMPN 2 Tegal. Aku mulai menjadi siswa di sekolah ini sejak tahun 2005 hingga tahun 2008. Disini aku mendapat teman-teman yang pandai(pandai mencontek, mbesel, mencari mangsa(sensor)). Pada suatu saat aku melihat seorang anak yang Gendut, Gede, dan biasa dipanggil Ade atau D-toL. Aku berteman akrab dengan dia. Pada saat kami Guyonan di kelas, tiba-tiba datang seekor anak yang menyerupai bocah berinisial MTR alias Kikuk. Akhirnya dia bergabung bersama kami. Sekarang aku punya dua kawan.
Karena terlalu sering Guyonan dengan D-toL, akhirnya kami bertengkar. Mulai saat itu kami tidak duduk sebangku lagi. Sejak saat itu pula aku duduk sebangku dengan seorang bocah yang berwajah pas-pasan dan orangnya itu suka ngebanyol. Dan akhirnya kami berkawan.
Pada suatu hari si Wajah paz-pazan bertanya padaku,"mengapa tidak duduk sebangku lagi sama si Gendut?". Oh Ya! Aku belum kenalin namanya si Wajah paz-pazan. Nama pemberian dari ortunya adalah "Andi P-O" tetapi teman-teman yang lain biasa memanggilnya"1701301_"atau"134C1N". Dah dulu yaw kenalannya, sekarang ceritanya dilanjutkan! Emm.....
Andi menyuruh aku baikan lagi sama D-toL. Akhirnya aku meminta maaf pada D-toL, padahalkan seharusnya D-toL yang meminta maaf padaku. Akhirnya kami kembali bercanda dan duduk sebangku lagi. Dan sekarang kami menjadi empat sekawan.
Seiring dengan berjalannya waktu, D-toL terserang penyakit. Sehingga dia tidak berangkat sekolah. Pada hari itu juga aku duduk sebangku dengan sebutir bocah kecil, cerewet, caper, dan suka memegang a..(sensor). Dia diberi nama oleh bapaknya,ibunya,embahnya,buyutnya....Ah udahlah kebanyakan, langsung aja yah! Namanya adalah...."Tata Wirapati" tetapi itu dulu. Karena sering sakit, sial, apes, dan KurBer(kurang beruntung) akhirnya bapak dan ibunya selametan lagi dan namanya diganti "Muhammad Riksa Wirapati". Tetapi teman-teman banyak yang memanggilnya "C413U1_", kalau aku sih manggilnya "Rikso". Walaupun suka memegang (sensor) ternyata dia anaknya dermawan lhoo..! Aku sering dibayari alias ditraktir snack, ponggol, es, batagor, sate tikus, sate coro, sate semut, dan masih banyak lagi makanan haram lainnya.
D-tol telah sembuh dari penyakitnya dan dia sudah berangkat sekolah lagi. Aku kenalin Riksa sama dia dan akhirnya Riksa jadi kawanku yang keempat. Sekarang kami menjadi "LIMA SEKAWAN".
Pada suatu saat D-toL marahan pada Andi karena Andi dinilai terlalu EGOIS. Lalu D-toL menghasut kepadaku, Kikuk, dan Riksa untuk menjauhi Andi. Tetapi aku tidak terhasut oleh D-toL, aku pura-pura memusuhi Andi. Kalau ada D-toL, aku menjauhi Andi. Tetapi kalau ngga ada D-toL, aku berteman sama Andi. Sampai pada suatu saat aku memikirkan bagaimana caranya agar D-toL sama Andi bisa baikan lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Mbah Kempot untuk MENYANTET D-toL dan aku membeli arloji ajaib untuk menghipnotis Andi. "Eh Ngga DinK?!§@#, yang bener aku berusaha sekuat tenaga, harta, pikiran, dan jiwa, hingga titik keringat penghabisan untuk membujuk D-toL agar baikan lagi sama Andi. Akhirnya D-toL mau memaklumi sifatnya Andi dan baikan lagi sama Andi meskipun masih ada sedikit konflik(maklumlah judulnya aja "the Conflict of D-toL").
Masalah belum selesai dalam perkawanan kami. Pada suatu detik muncul karakter yang berwajah...Yaah ngga' lebih buruk daripada Andi, berakal Be-O-De-O, agak ngga nyambung, anak mamih, murid TELADAN(mangkat telat balik e..(sensor)). Kali ini aku yang bermasalah, aku sangat dekat dengan dia tetapi kawan-kawan membencinya,terutama D-toL. Aku dianggap COWO MATRE KE PAI aje....,Karena aku dianggap lebih memilih seorang teman anaknya OKB(orang kaya Bo...). Eh...Eh..eH..Lupa lagi(kaya lagunya kuburan?!), aku belum kenalin namanya. Namanya adalah -Gandhi Pratama Putra-. Karena nama depannya Gandhi, bukan berarti dia orang India lhooh....>>Kembali... Ke Ceri..ta!
Padahalkan aku berteman sama Gandhi karena aku kasihan, dia tuh temannya cuma segelintir orang bahkan hampir punah semua. D-toL membolehkan aku berteman dengan Gandhi tetapi dengan syarat, yaitu kalau aku diberi sesuatu, aku harus membaginya sama D-toL dan kawan-kawan. Dengan berat badan eh salah?!@§ maksudnya dengan berat hati aku menyetujui syarat tersebut. Tetapi pada akhirnya kawan-kawan mau menerima Gandhi ada apanya..Eh salah lagi?!@§ maksudnya apa adanya.
Pada suatu hari kelas kami mendapat tugas kelompok. Waku itu aku satu kelompok dengan D-toL, Andi, dan Kikuk. Kami spakat untuk mengerjakan tugas di rumah Kikuk pada sore hari. Sambil mengerjakan tugas kami menonton Video Compact Disc "Real Horor" yang berjudul "BONDOWOSO". Pada saat itu ada penampakan pocong yang membuat kami semua takut, ngeri, kalang kabut, lari tunggang langgang. Padahal aku tidak takut tetapi karena kawan-kawan pada takut, aku jadi ikut-ikutan takut. Akhirnya kami kembali menonton VCD itu hingga selesai begitu juga dengan tugas kelompok kami. Dan pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan paginya di sekolah, kami bercerita kembali soal video horor "Bondowoso". Pada saat jam istirahat biasanya kami berlima njajan bareng tetapi D-toL luput dari radar pengawasan. Setelah dicari-cari ke perpustakaan, puskesmas, posyandu, dan RSJ, eh... ternyata D-toL sedang mbakso bersama Gandhi. Kikuk sedikit marah sama D-toL dan berbisik-bisik padaku, andi, dan Rikso, isi bisikannya seperti berikut"eh..D-toL payah yah?!Mbakso ora ngajak-ngajak!".(bersambung..)
Karena terlalu sering Guyonan dengan D-toL, akhirnya kami bertengkar. Mulai saat itu kami tidak duduk sebangku lagi. Sejak saat itu pula aku duduk sebangku dengan seorang bocah yang berwajah pas-pasan dan orangnya itu suka ngebanyol. Dan akhirnya kami berkawan.
Pada suatu hari si Wajah paz-pazan bertanya padaku,"mengapa tidak duduk sebangku lagi sama si Gendut?". Oh Ya! Aku belum kenalin namanya si Wajah paz-pazan. Nama pemberian dari ortunya adalah "Andi P-O" tetapi teman-teman yang lain biasa memanggilnya"1701301_"atau"134C1N". Dah dulu yaw kenalannya, sekarang ceritanya dilanjutkan! Emm.....
Andi menyuruh aku baikan lagi sama D-toL. Akhirnya aku meminta maaf pada D-toL, padahalkan seharusnya D-toL yang meminta maaf padaku. Akhirnya kami kembali bercanda dan duduk sebangku lagi. Dan sekarang kami menjadi empat sekawan.
Seiring dengan berjalannya waktu, D-toL terserang penyakit. Sehingga dia tidak berangkat sekolah. Pada hari itu juga aku duduk sebangku dengan sebutir bocah kecil, cerewet, caper, dan suka memegang a..(sensor). Dia diberi nama oleh bapaknya,ibunya,embahnya,buyutnya....Ah udahlah kebanyakan, langsung aja yah! Namanya adalah...."Tata Wirapati" tetapi itu dulu. Karena sering sakit, sial, apes, dan KurBer(kurang beruntung) akhirnya bapak dan ibunya selametan lagi dan namanya diganti "Muhammad Riksa Wirapati". Tetapi teman-teman banyak yang memanggilnya "C413U1_", kalau aku sih manggilnya "Rikso". Walaupun suka memegang (sensor) ternyata dia anaknya dermawan lhoo..! Aku sering dibayari alias ditraktir snack, ponggol, es, batagor, sate tikus, sate coro, sate semut, dan masih banyak lagi makanan haram lainnya.
D-tol telah sembuh dari penyakitnya dan dia sudah berangkat sekolah lagi. Aku kenalin Riksa sama dia dan akhirnya Riksa jadi kawanku yang keempat. Sekarang kami menjadi "LIMA SEKAWAN".
Pada suatu saat D-toL marahan pada Andi karena Andi dinilai terlalu EGOIS. Lalu D-toL menghasut kepadaku, Kikuk, dan Riksa untuk menjauhi Andi. Tetapi aku tidak terhasut oleh D-toL, aku pura-pura memusuhi Andi. Kalau ada D-toL, aku menjauhi Andi. Tetapi kalau ngga ada D-toL, aku berteman sama Andi. Sampai pada suatu saat aku memikirkan bagaimana caranya agar D-toL sama Andi bisa baikan lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Mbah Kempot untuk MENYANTET D-toL dan aku membeli arloji ajaib untuk menghipnotis Andi. "Eh Ngga DinK?!§@#, yang bener aku berusaha sekuat tenaga, harta, pikiran, dan jiwa, hingga titik keringat penghabisan untuk membujuk D-toL agar baikan lagi sama Andi. Akhirnya D-toL mau memaklumi sifatnya Andi dan baikan lagi sama Andi meskipun masih ada sedikit konflik(maklumlah judulnya aja "the Conflict of D-toL").
Masalah belum selesai dalam perkawanan kami. Pada suatu detik muncul karakter yang berwajah...Yaah ngga' lebih buruk daripada Andi, berakal Be-O-De-O, agak ngga nyambung, anak mamih, murid TELADAN(mangkat telat balik e..(sensor)). Kali ini aku yang bermasalah, aku sangat dekat dengan dia tetapi kawan-kawan membencinya,terutama D-toL. Aku dianggap COWO MATRE KE PAI aje....,Karena aku dianggap lebih memilih seorang teman anaknya OKB(orang kaya Bo...). Eh...Eh..eH..Lupa lagi(kaya lagunya kuburan?!), aku belum kenalin namanya. Namanya adalah -Gandhi Pratama Putra-. Karena nama depannya Gandhi, bukan berarti dia orang India lhooh....>>Kembali... Ke Ceri..ta!
Padahalkan aku berteman sama Gandhi karena aku kasihan, dia tuh temannya cuma segelintir orang bahkan hampir punah semua. D-toL membolehkan aku berteman dengan Gandhi tetapi dengan syarat, yaitu kalau aku diberi sesuatu, aku harus membaginya sama D-toL dan kawan-kawan. Dengan berat badan eh salah?!@§ maksudnya dengan berat hati aku menyetujui syarat tersebut. Tetapi pada akhirnya kawan-kawan mau menerima Gandhi ada apanya..Eh salah lagi?!@§ maksudnya apa adanya.
Pada suatu hari kelas kami mendapat tugas kelompok. Waku itu aku satu kelompok dengan D-toL, Andi, dan Kikuk. Kami spakat untuk mengerjakan tugas di rumah Kikuk pada sore hari. Sambil mengerjakan tugas kami menonton Video Compact Disc "Real Horor" yang berjudul "BONDOWOSO". Pada saat itu ada penampakan pocong yang membuat kami semua takut, ngeri, kalang kabut, lari tunggang langgang. Padahal aku tidak takut tetapi karena kawan-kawan pada takut, aku jadi ikut-ikutan takut. Akhirnya kami kembali menonton VCD itu hingga selesai begitu juga dengan tugas kelompok kami. Dan pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan paginya di sekolah, kami bercerita kembali soal video horor "Bondowoso". Pada saat jam istirahat biasanya kami berlima njajan bareng tetapi D-toL luput dari radar pengawasan. Setelah dicari-cari ke perpustakaan, puskesmas, posyandu, dan RSJ, eh... ternyata D-toL sedang mbakso bersama Gandhi. Kikuk sedikit marah sama D-toL dan berbisik-bisik padaku, andi, dan Rikso, isi bisikannya seperti berikut"eh..D-toL payah yah?!Mbakso ora ngajak-ngajak!".(bersambung..)
Label: CERITA HUMOR, Vol. 1
